Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memberikan apresiasi kepada Partai Gerindra atas komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Apresiasi ini disampaikan dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diadakan di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa, 7 Januari 2025.
Komitmen Partai Gerindra
- Inisiasi Undang-Undang: Gus Ipul menyebutkan bahwa Partai Gerindra, melalui inisiasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, telah memperlihatkan kepedulian dan belaian terhadap penyandang disabilitas.
Langkah-Langkah Kemensos
-
Implementasi Undang-Undang: Kementerian Sosial (Kemensos) mengalokasikan dua persen dari total pegawainya untuk penyandang disabilitas, mengikuti ketentuan dalam undang-undang.
-
Perpres Baru: Sebuah Peraturan Presiden (Perpres) mengenai konsesi dan insentif bagi penyandang disabilitas, termasuk diskon dan potongan harga, serta insentif bagi perusahaan, sedang dalam proses penyelesaian.
-
Program Kesejahteraan: Gus Ipul memaparkan sejumlah program strategis Kemensos, seperti validasi data, penerbitan kartu khusus, pengembangan platform pencarian kerja melalui media digital, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
-
Pemberdayaan: Upaya pemberdayaan melalui pendataan kebutuhan, akses pendidikan, pelatihan kerja, dan dukungan untuk hidup mandiri agar mereka dapat bekerja dan hidup lebih berkualitas.
Dukungan Partai Gerindra
-
Peran Partai Gerindra: Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan dukungan partainya terhadap penyandang disabilitas sejak lama, termasuk peran dalam terwujudnya Undang-Undang Disabilitas.
-
Komitmen Nyata: Peringatan Hari Disabilitas Internasional disebutkan sebagai komitmen nyata untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi penyandang disabilitas, bukan sekadar kampanye politik.
Suasana Acara
- Peserta dan Penampilan Khusus: Acara yang dihadiri oleh penyandang disabilitas dari berbagai yayasan, termasuk penampilan tarian dari Sekolah Khusus Yenaiz, disebutkan membuat para peserta, seperti Dias (20 tahun) dari Yayasan Ramah Cerebral Palsy Bogor, senang dan berterima kasih.