harian,

ATR/BPN Menyiapkan Tiga Langkah Strategis dalam Mengatasi Banjir di Jabodetabek

Mar 29, 2025 · 2 mins read
ATR/BPN Menyiapkan Tiga Langkah Strategis dalam Mengatasi Banjir di Jabodetabek
Share this

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/ Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani dan mengurangi risiko banjir di Indonesia.

Komitmen Pemerintah

  • Fokus: Menangani masalah banjir melalui perencanaan tata ruang dan pengadaan tanah, dengan fokus utama pada wilayah Jabodetabek - Punjur.

  • Sinergi dan Kolaborasi: Betonisasi pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, mengedepankan sinergitas dan menghindari saling menyalahkan.

Langkah-Langkah yang Diambil

  • Rencana Tata Ruang: Detail langkah pengendalian banjir di Jabodetabek - Punjur termaktub dalam Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional, sesuai dengan Perpres 60 Tahun 2020.

  • Tantangan Utama: Implementasi, pengawasan, dan penertiban di daerah menjadi tantangan utama, mengingat adanya perbedaan kebijakan di tiap daerah.

Tindakan Konkret

  • Normalisasi Sungai Ciliwung: Akan segera dieksekusi setelah penetapan lokasi pada akhir April 2025.

  • Sertifikasi Tanah: ATR/ BPN siap melakukan sertifikasi tanah di atas badan sungai dan mendukung penertiban pelanggaran tata ruang.

Langkah-Langkah Pencetus Penanganan Banjir

  1. Revisi rencana tata ruang di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

  2. Sertifikasi tanah di kawasan badan air untuk mencegah alih fungsi lahan.

  3. Pengadaan tanah untuk proyek pengendalian banjir dengan koordinasi pemerintah daerah.

Koordinasi dan Kolaborasi

  • Dukungan ATR/ BPN: Siap bekerja sama dengan pemerintah daerah, terutama dalam pengadaan tanah yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

  • Arah Menko: Mengarah pada penanganan banjir secara komprehensif dan berkelanjutan, untuk menekan potensi konflik sosial.

Pertemuan dan Arah Kebijakan

  • Rapat Koordinasi: Diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, untuk merumuskan aksi ekosistem pencegahan risiko bencana banjir dari hulu ke hilir.

  • Rencana Aksi: Akan dijadikan acuan dalam langkah-langkah konkret ke depan, berdasarkan pendekatan ekosistem dan lintas sektor.

Peserta dan Pembicara

  • Hadiri Oleh: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten, serta perwakilan dari kementerian/ lembaga terkait.

  • Dampingi Wamen: Plt. Direktur Jenderal Tata Ruang, Reny Windyawati.

Melalui koordinasi lintas sektor dan komitmen untuk menjaga ekosistem, diharapkan langkah konkret yang diambil pemerintah akan mampu mengurangi dampak banjir di wilayah tersebut.